Kucing Ashera pernah menjadi salah satu nama paling sensasional dalam dunia hewan peliharaan. Tubuhnya tinggi dengan kaki panjang, telinga besar, bulu pendek bertotol gelap dan penampilan yang menyerupai kucing liar Afrika. Pada pertengahan 2000 an, Ashera dipasarkan sebagai kucing eksklusif dengan harga puluhan ribu dolar AS dan jumlah produksi yang diklaim sangat terbatas.
Perusahaan Lifestyle Pets memperkenalkan Ashera sebagai hasil persilangan serval Afrika, Asian leopard cat dan kucing domestik. Pada 2007, laporan Reuters yang dimuat ABC News Australia menyebut perusahaan tersebut menawarkan Ashera sebagai salah satu kucing domestik terbesar dan paling eksotis dengan harga sekitar 25.400 dolar Australia pada saat itu. Produksinya diklaim kurang dari 100 ekor setiap tahun.
Namun cerita Ashera kemudian berubah. Pengujian DNA terhadap beberapa kucing yang dipasarkan dengan nama tersebut menunjukkan hubungan dengan Savannah yang sudah lebih dahulu dikembangkan. Saat ini Ashera juga tidak tercantum sebagai ras tersendiri dalam daftar standar ras The International Cat Association atau TICA. Sebaliknya, Savannah memiliki standar resmi dan telah memperoleh Championship status sejak 2012.
Ashera Pertama Kali Dipasarkan sebagai Kucing Super Eksklusif
Nama Ashera mulai banyak diberitakan sekitar 2007 ketika Lifestyle Pets mempromosikannya sebagai kucing desainer berukuran besar. Penampilannya memang mudah mengundang perhatian karena sangat berbeda dari kucing rumahan biasa.
Dalam materi pemasaran pada periode tersebut, perusahaan menyatakan Ashera dapat mempunyai berat sekitar 11 kilogram. Laporan lain pada tahun yang sama menyebut bobot yang diklaim bisa mencapai sekitar 14 kilogram. Tubuh tinggi serta pola tutul membuatnya terlihat seperti versi kecil kucing liar.
Harga menjadi bagian yang semakin membuat nama Ashera terkenal. The Guardian pada Oktober 2007 menulis bahwa seekor Ashera ditawarkan sekitar 10.600 pound sterling. Bahkan calon pembeli dilaporkan harus menunggu berbulan bulan karena jumlah kucing yang dipasarkan sangat sedikit.
Harga tersebut bukan sekadar beberapa kali lebih tinggi dari kucing peliharaan biasa. Nilainya sudah berada pada tingkat yang bisa digunakan untuk membeli sebuah mobil.
Lifestyle Pets juga menawarkan berbagai layanan tambahan. Kucing dikirim kepada pemilik dan diklaim telah menjalani beberapa persiapan sebelum tiba di rumah pembeli.
Kelangkaan kemudian menjadi bagian penting dari citra produk. Ketika sebuah kucing hanya diklaim tersedia kurang dari 100 ekor per tahun, kesan eksklusif menjadi semakin kuat.
“Menurut penulis, Ashera menjadi contoh menarik mengenai bagaimana penampilan eksotis, jumlah yang dibuat sangat terbatas dan harga tinggi dapat membentuk citra sebuah hewan sebagai barang mewah bahkan sebelum asal genetiknya diperiksa lebih jauh.”
Klaim Persilangan Tiga Jenis Kucing Membuat Ashera Terlihat Sangat Berbeda
Lifestyle Pets ketika itu menyebut Ashera sebagai kombinasi serval Afrika, Asian leopard cat dan kucing domestik. Klaim tersebut membuatnya terdengar berbeda dari Savannah maupun Bengal.
Serval merupakan kucing liar Afrika yang mempunyai tubuh tinggi, kaki panjang dan telinga sangat besar. Savannah sendiri memang berasal dari persilangan serval dengan kucing domestik.
Asian leopard cat merupakan spesies berbeda yang mempunyai hubungan dengan pengembangan Bengal. Bengal modern berasal dari sejarah persilangan Asian leopard cat dan kucing domestik.
Dengan memasukkan kedua garis liar tersebut ke dalam penjelasan Ashera, perusahaan memberikan kesan bahwa produk mereka memadukan karakter dua jenis kucing hibrida terkenal dalam satu hewan.
Masalahnya, klaim tersebut tidak berkembang menjadi ras resmi dengan silsilah dan standar yang dapat diperiksa seperti Savannah.
TICA secara resmi menjelaskan Savannah sebagai kucing domestik yang berasal dari serval Afrika dan kucing domestik. Ras ini mempunyai tubuh ramping, kaki panjang, telinga tinggi dan pola tutul gelap. TICA menerima Savannah untuk registrasi pada 2001 dan memberinya status Championship pada 2012.
Ciri fisik itulah yang kemudian membuat kemiripan antara Ashera yang dipasarkan Lifestyle Pets dengan Savannah menimbulkan banyak pertanyaan.
Kontroversi Membesar Setelah Seekor Kucing Ditahan di Belanda
Salah satu bagian terpenting dalam cerita Ashera terjadi pada 2008. Kucing yang disebut Ashera ditahan di Bandara Schiphol, Belanda, ketika proses impor menimbulkan persoalan mengenai status hewan tersebut.
Seorang breeder Savannah bernama Chris Shirk kemudian menyatakan mengenali kucing itu sebagai Savannah F1 yang sebelumnya dibesarkan di fasilitasnya. Ia mengatakan kucing tersebut berasal dari serval jantan miliknya dan seekor Egyptian Mau.
Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi pemeriksaan DNA.
Menurut catatan Savannah Cat Association, tiga kucing yang dipasarkan sebagai Ashera dan ditahan di Schiphol kemudian menjalani pengujian. Hasil yang dilaporkan menunjukkan bahwa kucing tersebut merupakan Savannah yang berasal dari breeding program Chris Shirk.
Catatan breeder yang mengikuti kasus tersebut juga menyatakan laboratorium forensik mengonfirmasi hubungan DNA kucing dengan induk yang dimiliki Shirk.
Temuan tersebut menjadi titik penting karena mempertanyakan gagasan bahwa Ashera merupakan ras baru yang berbeda dari Savannah.
Ashera Tidak Tercatat sebagai Ras Resmi TICA
Salah satu cara paling sederhana untuk memeriksa status sebuah ras kucing adalah melihat registri organisasi besar.
TICA mempunyai daftar breed standards untuk berbagai kucing, mulai dari Bengal, Maine Coon, Persian, Ragdoll hingga Savannah. Savannah tercantum secara resmi di sana, sedangkan Ashera tidak terdapat dalam daftar ras tersebut.
Hal ini menjadi perbedaan besar.
Ras yang telah berkembang secara resmi biasanya mempunyai standar mengenai bentuk tubuh, warna, pola bulu, struktur kepala, telinga, mata dan karakter lain. Breeder juga menggunakan pedigree untuk mencatat hubungan antar generasi.
Savannah memiliki struktur semacam itu.
TICA bahkan menjelaskan sejarah Savannah secara rinci. Savannah pertama yang diketahui lahir pada 7 April 1986 ketika seekor kucing domestik betina melahirkan anak dari serval Afrika. Anak tersebut kemudian diberi nama Savannah dan menjadi titik awal perkembangan ras.
Ashera tidak mempunyai sejarah registrasi independen yang setara.
Karena itu, menyebut Ashera sebagai ras kucing resmi yang masih berdiri sendiri pada saat ini dapat menyesatkan. Nama tersebut lebih tepat dibahas sebagai nama komersial yang pernah digunakan Lifestyle Pets dan menjadi kontroversial setelah muncul bukti mengenai Savannah.
Kucing yang Disebut Ashera Sangat Mirip Savannah Generasi Awal
Apabila melihat foto kucing yang dahulu dipasarkan sebagai Ashera, kemiripannya dengan Savannah sangat jelas.
TICA menggambarkan Savannah sebagai kucing tinggi, ramping dan anggun dengan tutul gelap. Telinganya sangat tinggi, lehernya panjang dan struktur kakinya membuat tubuh tampak jauh lebih besar daripada bobot sebenarnya.
Savannah generasi awal biasanya disebut menggunakan kode F.
F1 berarti satu generasi dari serval. Dengan kata lain, salah satu induknya merupakan serval. F2 berada dua generasi dari serval, sedangkan angka berikutnya menunjukkan jarak generasi yang semakin jauh.
Generasi awal cenderung memperlihatkan karakter fisik serval lebih kuat. Kaki dapat sangat panjang, tubuh tinggi, telinga besar dan pola tutul terlihat jelas.
Ukuran juga dapat berbeda secara signifikan antarindividu. TICA mengingatkan bahwa penampilan tinggi dan ramping sering membuat Savannah terlihat lebih berat daripada bobot sebenarnya. Sebagian besar Savannah sebenarnya mempunyai bobot yang masih dapat dibandingkan dengan kucing domestik besar.
Itulah sebabnya angka ukuran Ashera yang beredar di internet perlu dibaca hati hati. Banyak angka berasal dari materi pemasaran lama, bukan standar ras resmi.
Karakter Savannah Memberikan Gambaran tentang Kucing yang Dipasarkan sebagai Ashera
Karena bukti yang tersedia mengarah pada Savannah, sifat Savannah menjadi acuan yang jauh lebih dapat dipertanggungjawabkan daripada deskripsi pemasaran Ashera.
TICA menyebut Savannah sebagai kucing berenergi tinggi, aktif, penasaran dan suka bermain. Mereka dapat belajar membuka pintu, menyalakan keran hingga menjatuhkan benda karena rasa ingin tahu yang besar.
Savannah juga dikenal sangat dekat dengan keluarga.
Sebagian akan menyambut pemilik ketika pulang dan mengikuti orang yang mereka sukai dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Namun TICA mengingatkan bahwa Savannah bukan selalu tipe kucing yang ingin duduk lama di pangkuan. Mereka dapat menyukai kedekatan sambil tetap mempertahankan ruang pribadi.
Kecerdasan tinggi membuat permainan sederhana saja terkadang tidak cukup.
Puzzle feeder, permainan mencari makanan, area memanjat serta latihan menggunakan harness dapat membantu memberikan aktivitas. Sebagian Savannah juga dikenal menyukai air dan dapat belajar bermain mengambil benda.
Kebutuhan tersebut berarti kucing dengan profil Savannah tidak tepat dibeli hanya karena bentuknya terlihat eksotis.
Kaki Panjang Membuat Savannah Terlihat Lebih Besar dari Berat Sebenarnya
Foto Ashera sering memperlihatkan seekor kucing yang seolah mempunyai ukuran mendekati anjing berukuran sedang. Perspektif foto, panjang tubuh serta kaki yang sangat tinggi memang dapat memberikan kesan tersebut.
Standar Savannah menjelaskan bentuk tubuh sebagai panjang dan ramping. Bagian belakang tubuh dapat terlihat sedikit lebih tinggi karena kaki belakang relatif panjang.
Leher panjang dan telinga besar semakin memperkuat penampilannya.
TICA menyebut Savannah sebagai kucing berukuran sedang hingga besar, tetapi bentuk tinggi dan ramping membuat orang sering mengira bobotnya lebih berat daripada sebenarnya. Betina juga biasanya lebih kecil dibandingkan jantan.
Savannah bahkan mempunyai catatan sebagai kucing domestik yang sangat tinggi. TICA mencatat Savannah bernama Arcturus Aldebaran Powers pernah memperoleh catatan Guinness dengan tinggi sedikit di atas 19 inci.
Karena itu, daya tarik visual yang dahulu digunakan dalam pemasaran Ashera bukan sesuatu yang mustahil ditemukan pada Savannah.
Klaim Kucing Hypoallergenic Menjadi Bagian Lain yang Banyak Dipertanyakan
Lifestyle Pets juga pernah memasarkan varian yang diklaim lebih ramah bagi orang dengan alergi kucing. Pada 2007, The Guardian melaporkan perusahaan berencana menawarkan Ashera dengan klaim hypoallergenic dengan harga tambahan beberapa ribu pound.
Ilmu alergi saat ini membuat klaim seperti itu perlu diperlakukan dengan sangat hati hati.
Kajian ilmiah mengenai alergi hewan menyatakan belum terdapat bukti ilmiah mengenai ras kucing yang benar benar hypoallergenic. Semua kucing menghasilkan Fel d 1, walaupun jumlahnya dapat berbeda antarindividu. Bahkan kucing tanpa bulu tetap dapat menghasilkan protein tersebut.
Fel d 1 merupakan alergen utama yang sangat sering berhubungan dengan alergi kucing. Protein tersebut dihasilkan antara lain oleh kelenjar ludah dan sebaceous, kemudian menyebar ke kulit serta bulu saat kucing membersihkan dirinya.
Karena itu, pendek atau panjangnya bulu bukan jaminan seekor kucing tidak memicu alergi.
“Menurut penulis, klaim hypoallergenic merupakan bagian yang paling penting untuk diperiksa calon pemilik karena persoalannya bukan hanya harga. Orang dengan alergi berat dapat mengambil keputusan yang salah apabila menganggap satu nama ras otomatis bebas alergen.”
Harga Ashera yang Sangat Tinggi Merupakan Bagian dari Cerita Lama
Banyak artikel masih menyebut Ashera sebagai kucing termahal di dunia dengan harga puluhan ribu hingga lebih dari 100 ribu dolar AS.
Angka tersebut perlu diberikan penjelasan.
Harga sekitar puluhan ribu dolar memang pernah muncul ketika Lifestyle Pets aktif memasarkan Ashera. Reuters pada 2007 melaporkan harga sekitar 25.400 dolar Australia. The Guardian pada periode serupa menulis harga sekitar 10.600 pound sterling.
Namun angka itu merupakan harga pemasaran historis, bukan harga sebuah ras resmi yang memiliki pasar breeder terverifikasi pada 2026.
Tidak ada katalog resmi TICA untuk breeder Ashera karena Ashera bukan ras yang tercantum dalam organisasi tersebut.
Sebaliknya, TICA menyediakan informasi dan direktori breeder untuk Savannah. Harga Savannah dapat sangat bervariasi menurut generasi, pedigree, breeder, lokasi dan kualitas kucing.
Karena Savannah generasi awal sulit dikembangkan, harganya memang dapat jauh lebih tinggi dibandingkan kucing domestik biasa.
Memelihara Kucing dengan Garis Serval Membutuhkan Persiapan Lebih Besar
Penampilan eksotis terkadang membuat calon pemilik melupakan kebutuhan kesehariannya.
Savannah membutuhkan banyak stimulasi dan aktivitas. TICA menyebut kucing ini mudah merasa bosan sehingga permainan rutin, berjalan menggunakan leash serta permainan interaktif sangat dianjurkan. Mereka juga mampu melompat dengan sangat baik dan gemar berada di area tinggi.
Rumah perlu disiapkan untuk karakter tersebut.
Cat tree yang kokoh, tempat memanjat, jendela aman dan ruang bergerak menjadi lebih penting daripada hanya menyediakan tempat tidur dan mangkuk makanan.
Barang pecah belah sebaiknya tidak diletakkan pada area yang mudah dijangkau karena Savannah terkenal penasaran.
Pemilik juga harus mempertimbangkan waktu. Kucing dengan energi besar yang sering ditinggalkan sendirian sepanjang hari dapat membutuhkan teman hewan lain yang cocok atau sesi interaksi yang lebih intensif ketika pemilik berada di rumah.
Perawatan Bulunya Justru Relatif Sederhana
Walaupun kebutuhan aktivitasnya tinggi, perawatan bulu Savannah tidak terlalu rumit.
TICA menjelaskan Savannah mempunyai bulu pendek dan tidak memiliki lapisan bawah yang berat. Karena itu, grooming rutin cukup ringan dibandingkan ras berbulu panjang.
Penyisiran tetap dapat dilakukan untuk membuang bulu lepas dan memeriksa kondisi kulit.
Pemilik juga perlu memperhatikan kuku, telinga dan kesehatan gigi seperti pada kucing lainnya.
Hal yang lebih penting justru pemeriksaan kesehatan dari breeder yang bertanggung jawab. TICA mencantumkan Pyruvate Kinase Deficiency dan Progressive Retinal Atrophy sebagai beberapa pemeriksaan yang direkomendasikan untuk Savannah. Riwayat hypertrophic cardiomyopathy juga pernah ditemukan dalam ras tersebut, walaupun TICA mencatat tidak tersedia tes genetik khusus untuk menyaring kondisi itu pada Savannah saat ini.
Riwayat kesehatan induk karena itu jauh lebih bernilai daripada sekadar mencari pola tutul paling menarik.
Savannah Generasi Awal Bisa Menghadapi Aturan Kepemilikan yang Berbeda
Sebelum membeli kucing yang memiliki garis keturunan serval, aturan daerah perlu diperiksa.
TICA menyatakan Savannah dianggap sebagai breed domestik dalam organisasinya, tetapi beberapa negara dan wilayah tetap melarang atau membatasi kepemilikannya karena asal usul serval.
Aturannya tidak selalu sama untuk setiap generasi.
Ada wilayah yang melarang generasi awal tetapi mengizinkan generasi yang lebih jauh dari serval. Tempat lain dapat menetapkan izin khusus, sementara daerah tertentu melarang semuanya.
Persoalan inilah yang juga pernah membuat pengiriman kucing hibrida menjadi perhatian otoritas internasional.
Pada 2008, Australia bahkan memperdebatkan impor Savannah karena kekhawatiran terhadap satwa lokal. Pemerintah kemudian mendapat tekanan dari peneliti satwa invasif untuk memperketat masuknya kucing hibrida serval.
Calon pemilik karena itu tidak sebaiknya berasumsi bahwa kucing yang dapat dibeli dari breeder otomatis dapat dipelihara secara legal di semua wilayah.
Nama Ashera yang Dijual Saat Ini Perlu Diperiksa Sangat Ketat
Ashera masih sering muncul di internet melalui artikel daftar kucing mahal, media sosial, foto lama dan situs yang menggambarkannya sebagai ras langka.
Namun pembeli perlu melihat persoalannya dari sisi pedigree.
Jika seseorang menawarkan kucing Ashera pada 2026 dan menyebutnya sebagai ras eksklusif tersendiri, calon pembeli sebaiknya meminta registrasi, pedigree beberapa generasi, identitas breeder, hasil pemeriksaan kesehatan induk serta organisasi yang mengakui ras tersebut.
TICA tidak mencantumkan Ashera sebagai breed standard, sementara Savannah tersedia dalam daftar resmi dan mempunyai sejarah registrasi yang dapat ditelusuri.
Savannah Cat Association bahkan secara langsung memperingatkan bahwa nama Ashera pernah digunakan untuk Savannah dengan harga yang dinaikkan secara besar.
Harga tinggi tidak dapat menggantikan dokumen pedigree.
Foto kucing bertotol juga tidak cukup menjadi bukti karena Savannah dan sejumlah kucing lain dapat memiliki penampilan serupa.
Savannah Menjadi Nama yang Lebih Tepat Dicari Calon Pemilik
Bagi orang yang tertarik pada penampilan Ashera, pencarian yang lebih masuk akal saat ini adalah Savannah dari breeder yang dapat diverifikasi.
TICA menyediakan daftar breeder anggotanya dan mengingatkan calon pembeli untuk mencari breeder yang mengikuti Code of Ethics. Savannah sendiri mempunyai sejarah yang jelas sejak kelahiran individu pertama pada 1986, registrasi TICA pada 2001 dan status Championship pada 2012.
Calon pemilik juga dapat menentukan generasi Savannah yang sesuai dengan kemampuan merawat.
F1 merupakan generasi yang paling dekat dengan serval dan biasanya mempunyai karakter fisik serta kebutuhan yang lebih menantang. Generasi yang semakin jauh memiliki proporsi garis serval yang lebih rendah dan umumnya lebih dekat dengan pola breeding domestik yang telah stabil.
TICA menggunakan kategori pedigree yang lebih rinci hingga SBT, yaitu ketika orang tua, kakek nenek serta buyut semuanya merupakan Savannah. Pada tingkat tersebut, garis breeding telah dibangun melalui beberapa generasi Savannah.
Dengan cara tersebut, calon pemilik memperoleh informasi yang jauh lebih jelas daripada membeli seekor kucing hanya berdasarkan label Ashera. Catatan induk, generasi, pemeriksaan kesehatan dan status legal dapat diperiksa sebelum uang berpindah tangan, sementara penampilan liar yang membuat Ashera dahulu terkenal tetap dapat ditemukan melalui Savannah yang mempunyai pedigree resmi.


Comment